Home / Berita / BUPATI PASTIKAN RSUD DR.M.M DUNDA TETAP PRIMA

BUPATI PASTIKAN RSUD DR.M.M DUNDA TETAP PRIMA

Nelson : Pelayanan yang Didapatkan Pasien Tetap Sama

LIMBOTO –Bupati Gorontalo Prof.DR.Ir Nelson Pomalingo memastikan adanya hasil review kelas rumah sakit oleh Kemenkes beberapa waktu lalu. Tidak akan mengurangi kualitas layanan yang diberikan. Pasalnya ada ketakutan turunnya kelas rumah sakit, menurunkan pelayanan yang didapatkan.

“Saya tegaskan, kalaupun statusnya turun, bukan berarti pelayanan berubah. Apa (layanan) yang didapatkan pasien saat ini tetap akan sama, “tegas Nelson saat menghadiri survei verifikasi ke-2 rumah sakit kemarin (24/7). Survei ini dilaksanakan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dimana surveior yang ditugaskan oleh Ketua Eksekutif KARS di Rumah Sakit Dunda adalah Ibu Yana Zahara, S.Kp, M.Kep berdasarkan surat tugas dari KARS Nomor : 0546a/KARS-Verif/VII/2019.

Terlebih saat ini sambungnya RSUD Dr.M.M Dunda kembali diverifikasi sebagai salah satu rumah sakit terakreditasi paripurna. Hal tersebut menunjukkan bahwa mutu layanan rumah sakit tidak perlu diragukan.

Sementara itu direktur Dr.Natsir Abdul, M.Kes menyatakan bahwa penurunan kelas yang belum final tersebut tidak berpengaruh pada pelayanan oleh tenaga kesehatan yang ada di Rumah Sakit atau dengan kata lain pelayanannya tetap maksimal.”Kalaupun diturunkan kelasnya untuk sementara waktu, tetap semua sarana prasarana dan alat kesehatan serta SDM yang ada selama ini akan digunakan untuk melayani masyarakat yang akan berobat tanpa dikurangi sedikit pun, “tambah Direktur RS Dunda.

Apalagi sambungnya saat ini RS Dunda diberi waktu sanggahan selama 28 hari. Menurut Dr. Natsir penurunan review kelas tersebut setelah dilihat pada data SIRS online penyebabnya pada pemenuhan SDM yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya saat ini. Misalnya pada data SIRS dokter anak tertera hanya 1 orang, padahal kenyataannya ada 2 orang, demikian pula 2 orang dokter spesialis yang lulus akhir tahun lalu belum terinput di data tersebut serta tenaga dokter lainnya, walaupun masih ada kekurangan pada beberapa jenis spesialisasi.

Kalau masalah sarana parasarana serta alat kesehatan sudah memenuhi target untuk itu keberatan yang akan disampaikan dengan membawa bukti-bukti tersebut diharapkan akan menambah nilai SDM minimal 75 persen sebagai syarat SDM untuk tetap pada kelas B, “tambah Natsir Abdul.

Disisi lain terkait verifikasi tim komisi akreditasi rumah sakit, Natsir menjelaskan sebagai rumah sakit pemegang akreditasi paripurna, setiap tahunnya akan dilakukan pemantauan dari KARS agar mutu layanan tetap terjaga. Selain itu juga verifikasi dimaksudkan untuk melihat sejauh mana rumah sakit meningkatkan pelayanan yang belum memenuhi target di akreditasi sebelumnya. “Kita tahun 2017 memperoleh akreditasi paripurna dengan nilai 83,75 persen, sehingganya masih ada 16,25 persen lagi yang harus kita kejar, oleh karenanya verifikasi ini menjadi wadah untuk kita melihat apa saja yang masih kurang dan harus diperbaiki dan ditindaklanjuti. Namun sejauh ini, kami terus berupaya menjaga dan meningkatkan pelayanan pada pasien, “tutup Direktur RS Dunda.(tim)

About Yacob Mege

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.