Home / Berita / “RSUD M.M Dunda Terus Prima Lawan TBC”
“RSUD M.M Dunda Terus Prima Lawan TBC”

“RSUD M.M Dunda Terus Prima Lawan TBC”

PENYAKIT TBC atau tuberkulosis menjadi momok bagi kesehatan masyarakat. Pasalnya, penyakit dapat menular dari satu penderita ke masyarakat sehat. Karena itulah, guna mengedukasi masyarakat terkait penyakit TBC ini, kemarin (26/3) jajaran rumah sakit MM Dunda Limboto secara khusus membahas penyakit menular ini, lewat Talk Show. Dengan mengangkat tema Toss (Temukan TBC Obati Sampai Sembuh) TBC dimulai dari saya, kegiatan tersebut juga digelar guna memperingati hari TBC Sedunia.

Dr Salva Badjarat Sp.P menjelaskan di Indonesia penyakit TBC merupakan salah satu penyebab Kematian terbesar. Setiap tahunnya ada 300 ribu masyarakat meninggal karena TBC, atau ada 14 pasien setiap hari. Karena itulah, dirinya mengungkapkan, langka terbaik untuk menekan Kematian akibat TBC adalah dengan mencegah TBC semakin menular.

“Yang harus kita lakukan (pencegahan) sekarang ini, bagaimana Indonesia bisa mengeliminasi TBC. Semoga Kabupaten Gorontalo 2020 bisa bebas TBC,” ujarnya.

Dirut MM Dunda Mohammad Natsir Abdul, sengaja menggelar Talk Show untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana mengenali, mencegah, hingga mengobati penyakit TBC. Dirinya berharap lewat peringatan hari TBC ini, kesadaran masyarakat akan menyakit menular ini semakin besar.

“Semakin banyak masyarakat paham akan penyakit ini, kita berharap semakin cepat juga penyakit ini kita eliminasi dari Kabupaten Gorontalo,” jelas Mohammad Natsir Abdul.

“Jadi jika ada indikasi TBC datang ke rumah sakit, kita periksa dan kita obati sampai tuntas,” tambah dia.

Sementara itu dr Syahnas Madina Ketua Komite Pencegahan Infeksi Rumah Sakit MM Dunda Limboto, menjelaskan pihaknya terus berusaha mencegah TBC, dimulai dari petugas kesehatan di rumah sakit.  Bahkan lewat berbagai kebijakan rumah sakit, pengawasan terhadap penularan TBC di MM Dunda sangat ketat, dimulai dari loket pendaftaran, hingga ruang inap pasien.

“Kami terus berusaha jangan sampai petugas kesehatan, pengunjung rumah sakit, pasien dengan penyakit lain untuk tidak terjangkit penyakit ini (TBC), dengan pemberian masker kepada pasien yang batuk lebih dari 2 minggu serta penerapan etika batuk yang benar,”  jelasnya. (Humas-PKRS)

About Yacob Mege

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.